catatan bisnis orang orang sholih

October 22, 2017
Catatan dalam berbisnis
1.       Nabi berbisnis sejak usia belia. Beliau mengembala kambing dan mendapat upah dari para penduduk makkah saat beliau hidup bersama pamanya sebelum dia berangkat kenegri syam. Nabi berangkat kenegrisyam usia 12 tahun berati saat beliau mengembala kambing usia beliau antara 6-12 tahun.
2.       Nabi menikah dengan khodijah sedangkan beliau berusia 25 dengan mahar 20 ekor unta. Jika kita berfikir maka anak lajang usia 25 lima memiliki 25 ekor unta berarti dia adalah orang yang kaya, satu ekor unta seharga 2 ekor sapi, andaikan satu sapi hari 15.000.000. berati satu ekor unta 30.000.000 jika mahar Nabi 20 onta maka 30.000.000 x 20 = 600.000.000. pemuda lajang memiliki enamratus juta…berate beliau bukanlah orang yang miskin.
3.       Maka dari itu hendaknya kita mengikutitarbiyah Robbany dalam mendidik anak. Kita coba untuk mengikuti Nabi dalam sisi apapun. Karena memang beliaulah panutan, uswah, contoh, suritauladan bagi umat manusia.
4.        Sekarang pertanyaanya kenapa semakin banyak pakar ekonomi justru ekonomi umat ini tidak maju? Banyak orang yang miskin, banyak orang yang tidak punya tanah padahal tanah di Indonesia ini sangat luas tapi kenapa justru kebanyakan tanah dikuasai orang kafir? Banyak pengemis, banyak orang yang kekurangan , mungkin pendidikan yang tidak mencerdaskan dinegri ini.
5.       Sepertinya banyak yang terbalik dalam pendidikan sekarang.
a.       Belajar agama harusnya porsinya lebih banyak
b.      Belajar yang inti baru yang cabang bukan yang cabang dulu, maksudnya yang terpenting bagi seorang anak adalah Aqidah/ iman dengan mempelajari al-Qur’an dan alatnya adalah bahasa arab. Tapi anak-anak hari ini justru banyak belajar teori-teori yang sangat banyak. Ipa, Matematika, ppkn, ips, dll padahal mereka masih anak sd. Sebenarnya anak sd cukup dengan mereka bisa membaca, menulis, berhitung, membaca dan menghafal al-Quran serta memahami dengan bahasa arab.
6.       Banyak orang suka menyimpan uangya di bank dan malas untuk meminjamkanya kepada sesama muslim entah kurang percaya, atau yang lainya. Padahal menyimpan uang di bank pasti kita kena potongan dan uang akan diputar dan hutangkan oleh bank kepada para pengusaha-pengusaha dengan riba. Padahal para pengusaha-pengusaha adalah orang yang tidak mengerti islam dan mereka banyak yang justru memusuhi orang islam dan ingin mengusai negri ini.
7.       Pendidikan harus dirubah dari banyak ilmu tori (tsaqofi) menuju ilmu praktek (amali). Banyak sarjana ekonomi ekonomi yang kebingungan mencari kerja padahal dia sudah sarjana ekonomi, kenapa seorang sarjana ekonomi tidak bisa membuat pekerjaan sendiri? Sukur bisa membuka pentu rizki untuk orang lain.
8.       Banyak orang yang lebih suka membeli kebutuhan ke supermarket dan mol, tapi sangat jarang mereka mau belanja kesesama saudaranya sendiri, padahal jika dia sakit yang akan menjenguk adalah saudaranya, tetangganya, temanya. Dan jika kita memiliki kebutuhan maka kita akan berhutang ke saudara kita, tetangga kita, bukan hutang kesupermarket.

9.       Banyak orang suka dengan yang instan dan mencari keuntungan sesaat tanpa memperhitungkan halal dan haram. Padahal makan yang haram akan mempengaruhi kehidupan kita, perhatikan hadits Nabi bahwa riba hukumnya dosa besar bahkan seperti dosa menzinai ibu sendiri. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Renungan tentang aturan Allah